Liputan6.com, Jakarta – PT Bank BTPN Tbk (BTPN) optimistis memenuhi persyaratan free float atau saham publik pada 2023. Denny Hardini, Direktur Kepatuhan BankBTPN, mengatakan belum memenuhi persyaratan free flow dan ditargetkan selesai pada Desember 2023.

“Kami tidak benar-benar menerapkannya. Pada saat merger di tahun 2019, hasilnya SMBC disahkan dan sekitar 6 bulan regulasi dengan BEI, jadi kami sudah mencapai posisi awal di tahun 2019,’ ujarnya. Denny di Media Conference BTPN, Rabu (25 Desember 2023).

baca juga

Menurut peraturan Bursa Efek Indonesia (BEI) free-floating tentang Management and Employee Stock Option Program (MESOP) atau pengambil risiko material, pengecualian hanya memiliki direktur dan komisaris karena saham treasury, kata Denny. , kata Denny.

Karena itu, BTPN harus menerbitkan lebih banyak saham untuk memenuhi keputusan bursa atas 7,5% saham beredar. “Jadi bagaimana hasilnya? Stok kita naik lagi karena syarat minimal 7,5% dan kita kurang satu poin dari persentase tertentu,” ujarnya.

Jadi, seharusnya saham BTPN sudah ada di pasaran pada Desember 2023. “Masih ada beberapa bulan lagi karena kita harus memasuki pasar pada Desember 2023. Dengan peraturan BEI terbaru. Itu saja.” “.

Sebelumnya, PT BTPN Tbk (Bank BTPN) mencatatkan pertumbuhan laba bersih sebesar 18% year-on-year pada periode Januari-September 2022. Hal ini sejalan dengan upaya BTPN untuk menjaga momentum pemulihan ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global.

Laba bersih Bank BTPN setelah pajak (secara konsolidasi) yang diatribusikan kepada pemilik induk adalah Rp 2,41 triliun untuk periode Januari-September, naik dari Rp 2,41 triliun pada periode yang sama tahun lalu.

“Pertumbuhan laba bersih Bank BTPN yang mengesankan tidak terlepas dari optimisme masyarakat dan dunia usaha terhadap pertumbuhan ekonomi dan kepercayaan nasabah terhadap Bank BTPN di tengah kenaikan inflasi dan kenaikan suku bunga bank,” kata CEO Bank BTPN Henok. Pengelola. Demikian keterangan resmi Monander, Selasa (11 Januari 2022).

Pertumbuhan laba bersih BTPN terutama didorong oleh pendapatan operasional yang lebih tinggi dan biaya kredit yang lebih rendah.

Pendapatan operasional mencapai Rp 8.669 miliar pada akhir September 2022, naik 4% year-on-year, didorong oleh pendapatan bunga bersih yang lebih tinggi dan pendapatan operasional lainnya sebesar 5% YoY.

Peningkatan pendapatan bunga bersih ini didorong oleh peningkatan pinjaman sektor korporasi sebesar 23% year-over-year dan peningkatan pembiayaan syariah sebesar 11% year-over-year. Sedangkan biaya kredit sebesar Rp 1,29 triliun, turun 19% year over year.

“Kami terus memantau kualitas kredit nasabah kami dan menjaga kecukupan cadangan untuk biaya kredit,” kata Henoch.

Total pinjaman yang disetujui Bank BTPN meningkat 13% year-on-year menjadi Rp155,43 triliun pada akhir September 2022, didorong oleh momentum pertumbuhan ekonomi yang optimis. Pertumbuhan kredit bank BTPN lebih tinggi dari rata-rata pertumbuhan kredit industri perbankan. Itu 11% secara tahunan. Menurut data Bank Indonesia, pada akhir September 2022.

Berkat pertumbuhan kredit, aset Bank BTPN meningkat 9% year-on-year menjadi Rp199,9 triliun pada akhir Q3 2022.

BTPN menjaga kualitas kredit yang baik dengan total rasio kredit bermasalah (NPL) sebesar 1,41%, lebih rendah dibandingkan situasi yang sama tahun lalu (1,56%) dan rata-rata industri (2,88%). 2022.

Bank BTPN menyelaraskan jumlah Dana Pihak Ketiga (DPK) dengan kebutuhan pembiayaan kredit dan likuiditas bank. DPK Bank BTPN pada akhir September 2022 sebesar Rp103,88 triliun, naik 1% year over year. by admin Arwana99.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *